Zainul Abidin Zainul Abidin Author
Title: Sumber Saroka Sebagai Destinasi Objek Wisata Baru di Sumenep
Author: Zainul Abidin
Rating 5 of 5 Des:
Salah satu sumber daya alam yang ada ada di Desa Saroka adalah sumber mata air, di Desa Saroka sendiri dilansir terdapat 7 sumber mata air....
Salah satu sumber daya alam yang ada ada di Desa Saroka adalah sumber mata air, di Desa Saroka sendiri dilansir terdapat 7 sumber mata air. Sumber mata air tersebut berada di dua Dusun, yaitu Dusun Mara’an dan Gulungan. Luksian alam satu ini mampu menghipnotis peminat wisata karena keadaan airnya yang sangat jernih dan atmosfer disekelilingnya sangat sejuk. Sumber mata air Gulungan contohnya, spot menuju lokasi sumber mata air juga dapat menjadikan sebuah andalan daya tarik wisata. Perjalanan pengunjung akan diiringi dengan nuansa Hutan Bambu mirip di Negeri China .
Pemanfaatan sumber mata air di Desa Saroka khususnya di Desa Gulungan masih bersifat umum, yaitu sebagai berikut dimanafaatkan untuk mencuci baju, tempat mandi warga dan aktivitas kehidupan sehari-hari lainnya. Hal tersebut yang mendasari kelompok KKN TEMATIK 35 untuk melakukan sebuah observasi lapang secara langsung di sekitar sumber mata air Gulungan. Setelah melakukan sebuah pertimbangan inisiatif kelompok KKN TEMATIK 35 untk mengembangkan sumber mata air tersebut untuk menjadi sebuah potensi wisata lokal. Mengingat bahwasanya di Desa Saroka juga belum terdapat sebuah hal yang menjadi ciri khas terkait wisata. Namun sebelum melakukan sebuah proses pengembangan menjadi potensi wisata, kelompok KKN TEMATIK melakukan sebuah koordinasi dengan aparat desa setempat, Pak Kepala Desa sebagai penanggung jawab, Pak Sekertaris sebagai penasehat. Setelah mendapatkan respon dari aparat desa setempat maka kelompok KKN melakukan sebuah planning mau dikembangkan seperti apa sumber mata air tersebut.
Pada awalnya sumber mata air tersebut akan dikembangkan menjadi wisata air berbasis ikan terapi namun hal tersebut mendapatkan berbagai kendala, kendala tersebut terdiri sebagai berikut : tingkat kesadaran masyarakat Desa Saroka yang masih minim terkait sadar wisata dan juga pemanfaatan pengembangan sumber mata air tersebut, kesulitan kelompok KKN TEMATIK 35 mendapatkan sebuah link ikan terapi, lokasi sumber mata air Gulungan yang mana aliran air langsung menuju ke sungai yang menjadi kendala disini adalah ikan terapi hanyut ke sungai. Maka dari itu kelompok KKN TEMATIK 35 tidak kehilangan akal fikirnya. Merubah konsep pengembangan sumber mata air sebagai wisata terapi menjadi wisata edukasi. Terkait wisata edukasi, ada beberapa alasan setelah kelompok KKN TEMATIK 35 melakukan sebuah wawancara langsung dengan warga-warga Desa Saroka terkait tentang sejarah desa Saroka hasil dari wawancara secara langsung tersebut adalah minimnya tingkat pengetahuan masyarakat Desa Saroka tentang sejarah nama Desanya sendiri maka dari itu kelompok KKN 35 memiliki konsep baru untuk merubah konsep wisata air berbasis wisata terapi menjadi edukasi wisata ( wisata yang memberikan pendidikan kepada pengunjung )
Lalu bagaimana penerapan wisata edukasi tersebut ? aspek – aspek pemdukung di sekitar sumber mata air Gulungan adalah berupa tembok. Tembok- tembok yang masih putih bersih sangat disayangkan jika tidak difungsionalisasikan keberadaanya maka tembok- tembok tersebut oleh kelompok KKN TEMATIK 35 dirubah menjadi sebuah tembok yang bernuansa edukasi. Terkait dengan sejarah Desa Saroka dilukiskan dalam tembok tersebut dan juga terdapat lukisan yang beraliran memberikan pesan kepada pengunjung sumber mata air Gulungan khususnya masyarakat desa saroka agar tetap mencintai alam dan menjaga lingkungan hidup meskipun dikembngkan menjadi icon wisata namun tetap mempertimbangkan pelestarian alam dan juga dalam tembok tersebut dilukiskan potensi-potensi alam terkait tumbuhan di Desa Saroka, yaitu daun mimba.
Berdasarkan ilmu yang diperoleh anak fakultas pertanian ( Miftahur Rahmah/22 ) daun mimba tersebut memiliki sebuah manfaat yang cukup beragam sebagai contohnya yang paling utama adalah sebagai pestisida pembasmi serangga. Kegiatan pengolahan sumber mata air tersebut dimulai pada tanggal 19 juli hingga selesai pada awal agustus, karenannya kegiatan tersebut melalui sebuah rentetan yang cukup panjang dimulai dari Forum Group Discussion dengan aparat desa dan tokoh masyarakat Desa Saroka hingga pembuatan buku perencanaan resiprositas sumber mata air Gulungan melalui Pokdarwis.

About Author

Advertisement

Posting Komentar

 
Top